Selasa, 06 Agustus 2013

SEWA LAHAN

Menyewa lahan menjadi pilihan realistis bagi para pelaku agrobisnis on farm dalam menjalankan usahanya. Mungkin saja seorang pebisnis agro sudah memiliki lahan milik sendiri, tapi dalam rangka perluasan lahan mungkin saja tetap melakukan penyewaan lahan. Bahkan sangat mungkin seorang pebisnis yang menjual lahannya untuk modal biaya sewa lahan, karena cara ini akan mendapatkan luasan lahan garapan yang jauh lebih besar, dan keuntungan dari hasil panennya nanti yang akan dibelikan tanah lagi.

Perilaku menyewa-nyewa lahan ini sebenarnya juga dilakukan oleh rekan-rekan mereka di belahan sektor yang lain, semisal sektor telekomunikasi, transportasi, properti, barang dan jasa dan lain-lain, yang berkantor pada rumah/ kantor sewaan, sebagaimana lahan pertanian adalah kantor bagi pebisnis agro. Sebab memiliki lahan dan kantor sendiri itu bukan cara, melainkan tujuan dari berbisnis.

Kendala sewa lahan terutama adalah kenaikan biaya sewa untuk periode tanam yang akan datang. Apalagi jika sewanya dihitung dalam jangka waktu pendek, pertahun atau per dua tahun. Saat perpanjangan masa sewa sudah ada penawar lain dengan penawaran sewa yang lebih tinggi.  Atau bahkan penyewaan kita tidak bisa diperpanjang karena sudah ada orang yang membooking bayar biaya sewanya selepas kita menyewa, jauh sebelum masa sewa kita berakhir.

Jadilah cara ideal adalah menyewa dalam jangka waktu yang lebih lama, mungkin 6 sampai bahkan 10 tahun sekalian. Minimal sampai batas sewa berakhir tidak ada kenaikan biaya sewa. Entah pilih mana menyewa 2 hektar selama setahun atau 1 hektar selama 2 tahun? Atau menyewa 10 hektar selama setahun atau 1 hektar selama 10 tahun? Terbukti pilihan yang manapun sudah banyak yang menjalani.

Mau menyewa mau milik sendiri semua ada biayanya. Punya sewaan banyak atau punya lahan milik sendiri tapi sedikit bagi pebisnis agro tentu pilih punya sewaan yang banyak. Kecuali jika dia mau berhenti dari berbisnis agro. Tapi mana tenang pebisnis agro melihat rekan-rekannya bersemangat menggarap lahan sewaan sementara dia sendiri hidup tenang dengan tidak berbisnis. Justru ketenangan seorang pebisnis didapat jika dia memperoleh tantangan, karena di dalamnya terdapat peluang.

Sewa lahan? Survey, yuk!