Kamis, 01 Agustus 2013

SEMANGAT BERWIRAUSAHA

Berwirausaha memang perlu semangat, mutlak malah. Tanpanya bukan hanya sia-sia, tapi tak ada. Hal lain selain semangat adalah nomer dua.

Banyak orang mengeluh tak punya modal, tapi orang yang punya modal juga belum tentu berwirausaha. Ada juga yang mengeluh tak punya pengalaman, tetapi orang yang berpengalaman juga banyak yang tidak berwirausaha. Banyak yang beralasan tak punya koneksi/ kenalan tetapi ada orang yang punya banyak teman dan koneksi juga tidak berwirausaha.

Jadi kuncinya adalah semangat. Atau jangan-jangan ada orang yang punya semangat tinggi untuk berwirausaha tetapi tidak juga menjadi pewirausaha? Jadi mungkinkah kuncinya adalah kepepet, karena tak ada pilihan lain? Kepepet menimbulkan semangat? Ya, balik lagi kuncinya adalah semangat, entah karena kepepet, atau karena kepingin.

Semangat karena kepepet bisa saja dominan di Indonesia. Mungkin sedikit sekali orang yang berwirausaha karena memang benar-benar ingin berwirausaha. Siapa yang salah, tak tahulah. Kebanggaan kampus dan orang tua pada anak yang menjadi pegawai mungkin hanya salah satu saja.

Semangat kepepet sebetulnya bisa diartikan lain bagi sebagian orang. Karena gaya hidupnya hanya bisa diraih dengan menjadi pengusahalah menjadi pewirausaha adalah pilihan satu-satunya. Kepepet karena tak ada cara lain. Entahlah yang seperti ini termasuk yang kepepet atau yang kepingin.

Semangat bertani? Nanti dulu, antri.