Musim hujan adalah musim menanam. Benar, bagi sebagian besar jenis tanaman. Benarnya itu karena banyak sebab. Sebab utama adalah saat musim hujan, prosentase hidupnya bibit sangat besar. Bibit yang baru tumbuh akarnya masih dangkal. Dangkalnya akar menyebabkan mudah kering jika tak segera kena air, ya karena tanah permukaan yang dangkal itu mudah kehilangan kadar air. Bagi sebagian besar tanaman, bibit yang kekurangan air akan mudah mati.
Itulah sebabnya saat musim kemarau petani menanam kacang-kacangan, bukan padi-padian, misalnya. Kacang-kacangan terkenal tahan akan kekeringan. Dengan kadar air yang minim, ketika bibit padi mati, bibit kacang bisa tumbuh dengan baik. Pertanyaannya mengapa petani tidak menanam kacang pada musim hujan? Hasil panen kurang menarik, ataukah ada sebab lain? Sebabnya adalah tanaman kacang itu tahan kekeringan, tapi tidak tahan kehujanan.
Untuk sawah berpengairan mungkin tak ada masalah dengan silih bergantinya musim. Bahkan kalau perlu sepanjang tahun menanam padi terus juga nggak apa-apa. Nggak tahu mengapa nggak sepanjang tahun menanam kacang.
Keuntungan panen antara padi dan kacang harusnya tidak selisih banyak. Bahkan dengan penanaman dan budidaya yang intensif, hasil panen kacang akan sangat baik. Pemilihan komoditi padi dibanding kacang dalam musim hujan kiranya tak bermasalah pada hasil panen, tetapi pada rasa sayang petani akan air.
Air saat musim hujan begitu banyak. Menanam kacang sih bisa saat musim kemarau saja. Sekarang menanam padi saja. Ah, ini musim hujan ataukah musim padi? Kalau musim padi kan harga kacang tinggi?