Jumat, 02 Agustus 2013

HAMA WERENG

Wereng cuma salah satu hama. Nggak tahu dulu hama tanaman apa, tapi sekarang menjadi hama tanaman padi. Padi yang terserang wereng buahnya hampa. Biasanya menyerang mulai pertengahan umur tanaman, dalam waktu mingguan sudah jadi parah. Parahnya lagi hama ini mudah menular, dalam arti merambat dan merambah ke tanaman/ rumpun sebelah-sebelahnya.

Petani yang tanamannya terserang wereng biasanya sudah pada pasrah. Pasrahnya itu bukan karena tak mau usaha. Musim-musim sebelumnya petani masih bersemangat memberantas wereng dengan berbagai merk dan jenis pestisida/ insektisida. Berkurangnya serangan karenanya membuat petani bisa bernafas lega.

Tapi belakangan wereng-wereng sudah tak mempan dibasmi dengan pestisida/ insektisida. Mungkin sebabnya banyak petani yang dahulunya memberantas wereng memakai pestisida/ insektisida yang tidak ramah lingkungan, yang membuat kebal anak-anak wereng yang kebetulan induknya tidak mati saat penyemprotan. Entah karena terluput atau mungkin karena terlindung.

Pasrahnya petani dikarenakan segala macam jurus pemberantasan wereng sudah sulit memberikan hasil. Bahkan petani sudah memakai pestisida/ insektisida sapujagad : campuran segala macam merk dan jenis pestisida, masih ditambah sabun, solar dan minyak tanah. Tak mempannya menjadikan pasrahnya.

Wereng menyerang batang padi yang disukai. Batang padi yang keras tidak disukai wereng, sehingga sering terluput dari serangannya. Dalam hal wereng mungkin mencegah tak hanya lebih murah daripada mengobati, tapi juga lebih mudah. Dan pemakaian pupuk pelengkap berkualitas (pen : Agri) mampu menjadi solusinya.