Hama yang paling sulit diberantas, apalagi selain hama tikus. Iya memang ada lagi yang lebih sulit dberantas, hama kera, hama gajah, bahkan hama yang terdiri dari tetangga-tetangga dan orang lewat yang mengambili hasil panenan kita.
Pemberantasan hama umumnya terbagi menjadi dua macam, secara kimia/ biokimia dengan obat-obatan, atau secara mekanis. Hama jamur, bakteri dan serangga umumnya diatasi dengan cara kimia/ biokimia dengan penyemprotan pestisida, insektisida, fungisida, maupun bakterisida. Sedangkan hama yang lebih besar seperti hama tikus, burung, kera dan lain lain kan tak mungkin kita semprot-semprot.
Penanganan secara mekanis bagi hama tikus sudah santer dan populer. Tak kurang banyak menteri dan kepala wilayah bahkan presiden turun tangan untuk memotivasi penggropyokan tikus, pengemposan dengan asap, dan segala macam cara.
Yah, tikusnya saja banyak banget, mati satu tumbuhnya dua ribu. Sepasang tikus dalam setahun menjadi seribu ekor. Larinya tikus saja tak kalah kecepatannya dengan manusia. Entahlah jika tikus ini sebesar manusia. Sedangkan rumah tikus bisa saja berjarak sepuluh kilometer dari tempat dia menyerang tanaman. Sedangkan manusia bukan ahlinya menangkap tikus.
Jadi serahkan saja pada ahlinya, ular, burung hantu, kucing.