Semua usaha punya pesaing, demikian juga dengan usaha tani. Persaingan antar pesaing bisa berdampak positif, tapi bisa juga berdampak negatif. Berdampak positif jika pesaing saling belajar bahkan membentuk asosiasi, persaingan berdampak negatif bila sudah saling menjatuhkan, terutama dalam hal informasi yang tidak benar dan saling perang harga.
Jika kita menjadi petani, akan terasa sekali bahwa kita akan lebih memperhatikan tanaman kita daripada kita sendiri. Ibaratnya tanaman adalah segalanya. Pesaing sesama petani tak terperhatikan, justru yang paling diperhatikan adalah pesaing tanamannya.
Apalagi yang merupakan pesaing bagi tanamannya selain gulma, dalam hal ini rumput/ alang-alang. Lengah timing sesaat saja sudah lebih tinggi rumputnya daripada tanaman budidayanya. Kalau sudah demikian biaya yang harus dikeluarkan besar sekali. Biaya ekstra dan waktu ekstra cuma gara-gara mengandle gulma.
Kerugian karena termakannya pupuk oleh gulma yang subur juga besar sekali. Pemberian pupuk susulan bagi tanaman yang gulmanya banyak juga sebuah dilema berkenaan dengan biaya. Selain rugi biaya petani juga rugi waktu, terutama banyak petani yang penanamannya mengejar sisa musim hujan.
Maka managemen gulma teramat penting bagi kesuksesan bertanam.