Jumat, 26 Juli 2013

PERLUKAH KOMPOS

Bicara pertanian tak bisa lepas dari bicara kompos. Barang yang sebenarnya limbah ini ramai dibicarakan, entah dibicarakan secara positif entah juga secara negatif.

Para penggiat pertanian bergenre idealis memutlakkan penggunaan kompos bagi lahan pertanian, sedangkan yang berjenis realistis bahkan oportunis sering memandang sebelah mata.

Tak dapat disangkal begitu banyak macam kelemahan penggunaan kompos. Mulai dari pengadaannya yang sulit karena tak setiap tempat tersedia, sampai masalah pengangkutan juga pengaplikasiannya.

Padahal peningkatan hasil karenanya juga masih diperdebatkan berkenaan dengan banyaknya faktor sukses gagalnya pertanian. Sudah dikompos tapi kena hama, kena banjir, kekeringan, dan sebagainya, sehingga kadang dianggap percuma secara ekonomi.

Pengusaha kompospun sering kapok berbisnis kompos karena sulitnya perputaran uang. Alhasil lebih sulit lagi untuk mencari kompos. Benarkah mereka sedang berbisnis produk yang sedang diperdebatkan kegunaannya bagi kesejahteraan pembeli? Bahkan petani yang sudah punya kompos malah menjual komposnya.

Padahal kompos memperbaiki sifat-sifat tanah dalam hubungannya dengan pertanian. Pengadaan kompos perluasaan hektar juga tak sebanyak selisih harga sewa lahan yang bagus dan yang jelek. Karena lahan yang jelek berharga sewa rendah bisa setara kualitas tanahnya dengan lahan yang bagus berharga sewa tinggi hanya dengan memberikan kompos.