Tanaman padi merupakan tanaman komoditas strategis, tak terkecuali
bagi bangsa Indonesia. Biji-bijian yang dahulu konon hanya dikonsumsi
kaum ningrat, sekarang mutlak menjadi pangan pokok mayoritas rakyat
Indonesia.
Sayangnya negara Indonesia hampir selalu
kekurangan beras, hasil tanaman padi ini. Belum lagi kalau nanti program
keluarga berencana berjalan tertatih dan berseberangan dengan program
jaminan persalinan gratis bagi sebagian rakyat.
Sedangkan
produktivitas tanaman padi kita masih bisa ditingkatkan, bahkan dengan
cara yang amat murah. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan,
cukup hanya dengan mengubah jarak tanam tanaman padi menjadi mendekati
30 cm, tanaman padi mampu meningkat hampir 1 ton per hektarnya, tanpa
perlu tambahan jenis dan dosis pupuk lagi, bahkan akan menurunkan biaya
bertaninya.
Padahal di Indonesia terdapat sekitar 12
juta hektar tanaman padi, yang bila meningkat 1 ton per hektar akan
terdapat peningkatan 12 juta ton per musim tanam, jauh lebih besar dari
rata-rata impor beras nasional kita per tahun.
Jadi,
hanya dengan mengubah jarak tanam, kita bisa menjadi negara eksportir
beras.