Teknologi remote kontrol merepotkan pengiklan televisi. Begitu langsung muncul iklan begitu cepat pula channel berpindah. Para penonton tak mau tahu sebenarnya siapa yang membayar acara dan bintang-bintangnya. Benar saja penemu remote kontrol adalah musuh terbesar para pengusaha pengguna jasa iklan televisi.
Remote kontrol inilah yang membuat kita sering tak tahu apa isi iklan televisi. Tahunya berita, infotainmen dan hiburan. Tak tahulah, jika kitalah pengiklannya, mungkin kita cuma memelototi tayangan iklan kita dan ketinggalan berita.
Memang ini bukan data, tapi cuma pengamatan, bahwa iklan produk-produk berbasis pertanian cukup dominan. Ada shampoo ada biskuit ada bejibun produk makanan minuman. Yang bukan cuma mobil HP dan elektronik mungkin. Jadilah hal itu melambangkan seberapa besar potensi dan cakupan bisnis agro.
Ataukah bisnis agro cuma terhargai jika sudah masuk ke swalayan besar di dorong iklan-iklan berbiaya luarbiasa? Padahal potensi berbisnis agro on farm sangat besar sebesar luasan lahan dan pasarnya di negara kita.