Sebenarnya salah satu masalah yang paling krusial dalam budidaya tanaman adalah masalah hama. Tanpa dipupuk tanaman tetap saja hidup, telat memupuk juga tidak terlalu bermasalah, tapi telat penanganan hama, wah jangan ditanya.
Mungkin seandainya saja tidak ada hama di dunia ini, usaha
budidaya pertanian akan sangat menyenangkan. Para
petani besar dan kecil akan sangat bersemangat, duniapun takkan
kekurangan
pangan, juga energi akan terjamin keberadaannya.
Tapi entahlah, kenapa harus ada hama.
Hama tanaman rata-rata mencari
makan dan bertelur di bagian tanaman.
Namanya saja serangga, belalang, ulat, dsb, makanannya ya daun, gak
mungkin
batu, makanya mencari tanaman untuk dimakan. Induk kupu-kupu juga tidak
bodoh
meletakkan telurnya di rumah orang misalnya, karena nanti kalau telurnya
menetas, ulatnya mau makan apa? Nasi?
Yah, memang itulah kebijakan Tuhan,
menyertakan hama
di dunia, dunia pertanian yang notabene penopang kebutuhan dasar
manusia.
Tanpa hama,
apa yang terjadi. Mungkin dunia pertanian akan mengalami over produksi,
hasil panen
akan seperti udara, tersedia melimpah dan murah, karna hukum pasarpun
tetap
berlaku, dimana kalau terlalu banyak penawaran, maka harga akan turun.
Dan
kehancuran karena jatuhnya harga lebih menakutkan dan lebih sulit
ditangani
daripada serangan hama.
Dan selalu belajar, adalah
tujuan adanya hama, karena ada tidaknya hama tetap tidak bisa menjamin
kesuksesan
dunia pertanian, tapi semangat selalu belajarlah yang akan menyelamatkan
usaha
di dunia pertanian dari kehancuran.