Kalau kita hidup di perkotaan, dimana lahan untuk tinggal saja sudah padat, bisnis yang kita geluti biasanya adalah bisnis yang tidak memerlukan lahan/ tempat yang luas. Yang penting ada tempat usaha berupa ruko atau kios ukuran 3x4 meter saja sudah bisa mulai. Bahkan mungkin kita akan berbisnis yang tidak membutuhkan ruangan, semacam menjadi agen/ marketing produk-produk/ bisnis tertentu.
Tapi kalau kita hidup di kota kecil, kota kabupaten, bahkan di desa, adanya lahan yang menghampar dengan biaya sewa yang terjangkau mungkin membuat kita melirik untuk berbisnis agro. Bisa saja kita menyewa lahan untuk kita tanam padi, jagung, cabai, tebu dsb, atau kita buat kandang/ kolam ikan.
Sering kali beragribisnis dengan menanam komoditi pertanian ataupun beternak dicibir sebagai bisnis orang desa, hanya karena usaha itu dilakukan di desa-desa. Padahal potensi usaha orang desa itu tak kalah dengan potensi usaha orang kota.
Coba saja kira-kira sendiri, misalkan sama-sama bermodal 10 juta atau 50 juta, akan ketemu perkiraan hasil bisnis orang desa yang tidak kalah besar dengan bisnis orang kota. Atau mau mencoba hitung bila modalnya 100-200 juta?